Akademik Kurikulum Tunadaksa

Tunadaksa

Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Jika mereka mengalami ganguan gerekan karena kaluyuhan pada fungsi saraf otak,mereka disebut Cerebral Palsy(CP).

Pengertian Anak tunadaksa bisa dilihat dari segi fungsi fisiknya dan dari segi anatominya.
Dari segi fungsi fisik ,tuna daksa diartikan sebagai seseorang yang fisik dan kesehatannya mengalami masalah sehingga menghasilkan kelainan didalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan untuk meningkatkan fungsinya diperlukan program dan layanan khusus. Pengertian yang didasarkan pada anatomi biasanya digunakan pada kedokteran. Daerah mana ia mengalami kelainan.

Ciri-ciri anak tunadaksa dapat dilukiskan sebagai berikut:
a.Anggota gerak tubiuh kaku/lemah/lumpuh
b.Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna,tidak lentur/tidak terkendali).
c.Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa.
d.Terdapat cacat pada alat gerak.
e.Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.
f.Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk,dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal.
g.Hiperaktif/tidak dapat tenang.Nilai Standart : 5

Kebutuhan Pembelajaran Anak tunadaksa
Guru sebelum memberikan pelayanan dan pengajaran bagi anak tuna daksa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.Segi Medisnya
Apakah ia memiliki kelainan khusus seperti kencing manis atau pernah di operasi,masalah lain seperti harus meminum obat da sebagainya.
b.Bagaimana kemampuan gerak dan bepergiannya.
Apakah anak kesekolah menggunakan transportasi,alat bantu dan sebagainya.Ini berhubungan dengan lingkungan yang harus dipersiapkan.
c.Bagimana komunikasinya.
Apakah anak mengalami kelainan dalam berkomunikasi,dan alat komunikasi apa yang digunakan (lisan,tulisan,isyarat) dan sebagainya.
d.Bagaimana perawatan dirinya
Apakah anak melakukan perawatan diri dalam aktifita kegiatan sehari-hari
e.Bagaimana posisinya.
Disini dimaksudkan tenang bagaimana posisi anak tersebut didalam menggunakan alat bantu,posisi duduk dalam menerima pelajaran,waktu istirahat waktu kamar kecil (toilet),makan dan sebagainya.Dalam hal ini physical therapis sangat diperlukan.

sumber: http://materiplb.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s